Showing posts with label Milling. Show all posts
Showing posts with label Milling. Show all posts

Thursday, January 28, 2016

Video: Tutorial Simulator CNC Mitshubishi M70 Milling

Thank For Watching


Tuesday, June 2, 2015

perhitungan roda gigi lurus metris / spur gear metric module geometry calculation



Dari gambar terlihat geometri dari roda gigi lurus. Variabel dari roda gigi yang penting antara lain adalah ukuran modul dan jumlah gigi, kedua variabel tersebut menjadi dasar untuk menghitung variabel lain yang terdapat pada roda gigi lurus 
                       
Gambar geometri roda gigi lurus

Keterangan dari gambar  :
Dp       = Diameter pitch / diameter tusuk / pitch circle
Dk       = Diameter kepala / addendum pitch
Df        = Diameter kaki/ dedendum circle
h          = tinggi gigi
hk        = tinggi kepala / addendum
hf         = tinggi kaki/ dedendum
w         = lebar satu gigi
b          = tebal roda gigi
c          = Jarak sumbu
Pp        = pitch gigi / jarak bagi gigi
a                   = Sudut tekan / pressure angle
m         = modul
z          = jumlah gigi

Persamaan yang dipakai untuk menghitung roda gigi lurus antara lain :
Pp       = m . phi ……………………………………………………….……... 1.1a 
Dp      = m . z ………………………………………………………………… 1.1b 
Dk      = Dp + 2m       = m.z + 2m      = m (z+2) …………………………...…1.1c 
Df       = Dp – 2,33m = m.z – 2,33m = m (z-2,33) …………………………... 1.1d 
hf        = 1,167m ………………………………………………………………1.1e 
hk       = m …………………………………………………………………… 1.1f 
h         = hk + hf         = m + 1,167m ………………………………………… 1.1g .

Contoh perhitungan roda gigi lurus:
Akan dikerjakan roda gigi lurus dengan dimensi sesuai contoh adalah Dk = 70,5 mm,  z = 45 gigi tentukan dimensi-dimensi lain dari roda gigi tersebut

Penyelesaian dari contoh  adalah :


Dk       = m (z+2)
70,5     = m (45+2)
m         = 70,5 / 47
m         = 1,5 mm

Dp       = m.z
Dp       = 1,5 . 45
Dp       = 67,5 mm

Df        = Dp – 2,33m
Df        = 67,5 – 3,5
Df        = 64 mm

hf         = 1,167m
hf         = 1,75 m

hk        = m = 1,5

h          = hk + hf
h          = 1,5 + 1,75
h          = 3,25 mm

Wednesday, May 6, 2015

mengoperasikan kepala pembagi frais / frais dividing head operation



Kepala pembagi standar memiliki ratio pasangan cacing adalah 1 : 40 dengan kata lain setiap tuas pemutar diputar 40 kali maka kepala akan berputar 1 putaran penuh (360°). Jika tuas pemutar pada gambar 1.3 diputar 1 kali maka kepala akan berputar 1/40 putaran (360/40) atau 9°. Inilah yang akan menjadi dasar pembagian tak langsung pada penggunaan kepala pembagi.

Seperti ditunjukan pada gambar 1.1 Pada kepala pembagi, kemiringan kepala dapat diatur dari -5° s/d 110°. Untuk mengatur kemiringan dengan cara mengendorkan baut pengunci sudut seperti ditunjukan pada gambar 1.2 dan gambar 1.4. Kemiringan ini diperlukan ketika membuat bevel gear (roda gigi payung)


Gambar 1.1 Tampak samping kiri kepala pembagi
 
Gambar 1.2 Tampak atas kepala pembagi

Gambar 1.3 tampak samping kanan kepala pembagi

 
Gambar 1.4 tampak depan kepala pembagi

Pembagian tak langsung.
Pembagian tak langsung didapatkan dari putaran poros cacing terhadap roda cacing yang dibantu oleh lubang-lubang keping pembagian pada poros cacing sebagai indeks. Pada kepala pembagi pembagian tak langsung diperoleh dari persamaan 1.1 berikut.


   ……………………………………(1.1)


Keterangan dari persamaan 1.1  :
Nz       = Jumlah putaran engkol / tuas pemutar.
i           = ratio pasangan cacing (40)
z          = jumlah pembagian (jumlah gigi pada roda gigi yang dibuat)

Keping pembagian yang dipergunakan pada kepala pembagi ini antara lain :
Keping 1 depan           = 24, 25, 28, 30, 34
Keping 1 belakang      = 37, 38, 39, 41, 42, 43
Keping 2 depan           = 46, 47, 49, 51, 53
Keping 2 belakang      = 54, 57, 58, 59, 62, 66

Contoh perhitungan putaran engkol :
Sebuah roda gigi lurus dengan jumlah gigi 32 akan dikerjakan dengan kepala pembagi dengan keping pembagi dengan lubang 24, 25, 28, 30, 34, maka jumlah putaran engkol yang digunakan adalah


Pada hasil perhitungan penyebut pada pecahan campuran di atas haruslah disamakan dengan lubang pembagian yang ada sehingga hasilnya menjadi :


Maka untuk melakukan pembagian sebanyak 32 sisi atau gigi, putaran engkol yang diperlukan untuk membuat 1 sisi atau gigi adalah 1 putaran ditambah 6 lubang pada keping berjumlah 24 lubang. Dan diulangi sebanyak 32 kali untuk dapat menghasilkan 32 sisi atau gigi.

Untuk menghitung pertambahan lubang pada keping pembagian dapat dilihat pada gambar 1.5 :

 
Gambar 1.5 Penghitungan jumlah lubang

Yaitu dihitung mulai dari 0 (nol), kemudian pembatas lubang diatur untuk membatasi dari 0-6 lubang sesuai dengan perhitungan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar setiap melakukan pengulangan pembagian tidak terjadi kesalahan perhitungan lubang. Contoh diatas pada gambar 1.5 adalah penambahan jumlah lubang sebanyak 17 lubang. 

Sumber  : Buku petunjuk roda gigi karangan Kristoforus A.M