Monday, October 6, 2014

Alat potong mesin Frais / Frais / milling Cutting tools



Keselamatan kerja :

1.    Gunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari percikan chip

2.    Gunakan safety shoes untuk melindungi kaki dari jatuhnya benda kerja atau benda berat lainnya

3.    Jangan menggunakan sarung tangan kain, perhiasan tangan, kalung dsb karena berisiko terkait dengan bagian mesin yang berputar

4.    Gunakan pakaian kerja yang sesuai jangan terlalu besar, berisiko terkait bagian-bagian mesin.

5.    Rambut dicukur pendek.

6.    Hidupkan spindle dengan posisi alat potong jauh dari benda kerja.

7.    Jangan mengukur atau membersihkan chip ketika spindle masih berputar.

8.    Sebelum melakukan pengukuran pastikan aman dan spindle berhenti berputar.

9.    Kenali mesin anda dengan baik, selalu cek bagian-bagian mesin yang rawan menimbulkan kecelakaan sebelum memulai proses.

10. Jangan pernah menyentuh bagian mesin yang masih berputar.

11. Jangan membersihkan chip dengan tangan.

12. Gunakan peralatan yang tepat.



Alat potong :

1.   Pisau frais jari / end mill cutter.

-          Mempunyai gagang silindris ataupun konus dengan diameter sisi potong 0.25 – 63 mm

-          Cutter roughing mempunyai alur-alur pada sisi potong bagian samping dan chamfer pada bagian ujung sisi potong muka

-          Cutter finishing tidak beralur dan sisi potong muka lancip.

-          Pemasangan dengan collet adaptor atau quick change arbor untuk gagang silindris

-          Pemasangan dengan sleeve adaptor untuk gagang konus.

-          egunaan :

a.    Digunakan untuk penyayatan muka ataupun samping

b.    Pembuatan alur (sesuai dengan diameter cutter)

c.    Pembuatan step dan bidang miring

d.    Pembuatan radius dalam sesuai dengan jari-jari cutter

e.    Sebagai boring tool











2.   Pisau frais keong / shell end mill

-          Mempunyai lubang yang digunakan untuk dipasang pada stub arbor, dengan diameter lubang mulai dari 16, 22, 27 dan 32 mm

-          Diameter  cutter mulai dari 30 – 160mm

-          Cutter roughing mempunyai alur-alur pada sisi potong bagian samping dan chamfer pada bagian ujung sisi potong muka

-          Cutter finishing tidak beralur dan sisi potong muka lancip.

-          Kegunaan :

a.    Digunakan untuk penyayatan muka ataupun samping

b.    Pembuatan alur (sesuai dengan diameter cutter)

c.    Pembuatan step dan bidang miring

d.    Pembuatan radius dalam sesuai dengan jari-jari cutter

e.    Sebagai boring tool








3.   Pisau muka / face mill

-          Mempunyai lubang seperti shell end mill.

-          Diameter cutter diatas 63 mm

-          Tidak mempunyai sisi potong samping.

-          Ujung sisi potong berbentuk chamfer.

-          Kegunaan :

Membuat bidang rata /bidang miring yang luas.




 


4.   Pisau frais jari 2 mata potong / end mill 2 lips

-          Bentuk sama dengan endmill pada umumnya

-          Panjang sisi potong muka tidak sama

-          Pada umumnya finishing

-          Diameter cutter mulai 0.25 – 30

-          Kegunaan :

Membuat lubang tanpa membuat lubang awalan

Memperbaiki lubang yang salah.

Sebagai boring tool








5.   Pisau frais sudut / angle cutter

-          Satu sudut / single angle

a.    Dovetail cutter

Bergagang silindris maupun berlubang seperti shell end mill

Sudut pembentukan 45, 50, 55, 60, 75

Kegunaan :

Pembuatan alur ekor burung pada bagian-bagian mesin







b.   Reverse dovetail / cutter chamfer

Bergagang silindris maupun berlubang seperti shell end mill

Sudut pembentukan 45, 60, 75

Kegunaan :

Membuat bidang miring dengan sudut istimewa (chamfer)








-          Dua sudut / double angle

a.    Prisma cutter.

berlubang seperti shell end mill

Sudut pembentukan 45-45, 45-60, 30-60 dsb.

Kegunaan :

Membuat alur V

Membuat alur helic pada pembuatan cutter





b.   Pisau frais jari 2 sudut / double angle end mill

Bergagang silindris maupun konus

Sudut pembentukan bervariasi

Digolongkan sebagai special tool

Kegunaan :

Membuat sudut yang sulit dikerjakan.






6.   Pisau profil / profil cutter

-          Endmill Ballnose / pisau radius jari

Bergagang silindris atau konus

Umumnya dua mata potong

Kegunaan :

a.    Membuat alur radius

b.    Membuat radius di bagian pojok.




-          Convex radius / radius dalam

berlubang seperti shell end mill

Bermata potong banyak seperti disc cutter.

Kegunaan :

Membuat alur radius

Membuat radius di bagian pojok.






-          Corner radius / radius pinggir

Bergagang silindris atau konus

Berbentuk mirip dengan counter sink

Kegunaan :

Pembentukan radius bagian pinggir benda kerja



-          Concave radius / radius luar

Berlubang seperti shell end mill

Bermata potong banyak seperti disc cutter.

Kegunaan :

Pembentukan radius luar setengah lingkaran



-          Gear module cutter / pisau modul roda gigi

Berlubang seperti shell end mill

Bermata potong banyak seperti disc cutter.

Kegunaan :

Pembentukan alur-alur  roda gigi lurus maupun helic








-          Gear module end mill cutter / pisau jari modul roda gigi

Bergagang silindris atau konus

Berbentuk mirip dengan counter sink

Kegunaan :

Pembentukan alur-alur  roda gigi lurus maupun helic











-          T-Slot Cutter

Bergagang silindris / konus

Kegunaan :

Pembuatan alur T

Pembuatan alur pasak (woodruff)

        








-          Disc Cutter

Berlubang seperti shell end mill

Berbentuk piringan bergerigi

Kegunaan

Membuat alur







-          Circular saw / sliting saw

Berlubang seperti shel end mill

Mirip dengan disc cutter dengan gerigi yg lebih banyak

Lebih tipis dari disc cutter

Kegunaan

Membuat alut tipis dan dalam

Memotong benda kerja












7.   Horizontal milling cutter

a.    Plain mill cutter / slab mill cutter / pisau mantel

Bentuk sama dengan shell end mill

Tidak mempunyai sisi potong bagian muka

Kegunaan :

Membuat bidang rata

Membuat bidang miring

Membuat step
 

METODE PENYAYATAN :

Pada teknik pemesinan Frais terdapat 2 metode penyayatan yaitu :

1. Metode konvensional.
Adalah metode penyayatan dimana chip / beram hasil penyayatan terbentuk dari bidang kecil ke besar. sering juga disebut penyayatan berlawanan arah yaitu pergerakan ujung sisi potong yang mengenai benda kerja berlawanan arah dengan arah gerakan benda kerja.


Keunggulan : 
Secara umum digunakan pada mesin milling konvensional terutama untuk mesin yang mempunyai backslash/ spelng  pada sumbu eretannya
Dapat digunakan untuk menyayat benda kerja dari besi tuang

Kekurangan : 
Alat potong lebih mudah aus karena setiap penyayatan selalu menggesek benda kerja
Dibutuhkan pencekaman yang kuat (pada horizontal frais) 
Hasil penyayatan lebih kasar jika pisau frais sudah aus 
Kerja penyayatan lebih berat 

2. Metode Climbing
Adalah   metode penyayatan dimana chip /beram yang terbentuk dari bidang besar ke kecil, sering juga disebut penyayatan searah yaitu pergerakan ujung sisipotong yang mengenai benda kerja searah dengan pergerakan benda kerja.




Keunggulan :
Pisau frais tidak mudah tumpul pada mesin frais cnc (mesin dengan tanpa backlash / spelng)
Tidak memerlukan pencekaman yang begitu kuat (pada horizontal frais)
Hasil penyayatan lebih halus
Kerja penyayatan lebih ringan
Chip tidak mudah menenpel pada pisau frais

Kekurangan :
Tidak bisa digunakan pada mesin yang mempunyai spelng / backslash
Tidak bisa digunakan untuk menyayat besi tuang pada mesin konvensional
 





11 comments:

  1. yang dimaksud dengan sudut potong itu seperti apa..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang dimaksud bagian mana ya? kalo sudut sisi potong itu untuk profil bersudut, kalau sudut potong berhubungan dengan geometri sudut bebas dan sudut garuk alat potong

      Delete
  2. mas mau nanya fungsi dari end mill itu sendiri buat apa ya? terus maksud dari end mill 4 apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. fungsi end mill ada di halaman ini, endmill 4 maksudnya 4 mata potong

      Delete
  3. mohon bantuannya untuk menghaluskan permukaan baja dengan ukuran panjang 50 cm lebar 30 cm menggunakan cutter jenis apa ya dan perhitungannya bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pakai face mill/pisau muka, diameter minimal yang 125mm, kalau perhitungan bisa melihat disini
      http://machiningtool.blogspot.co.id/2014/10/parameter-dan-perhitungan-kecepatan.html

      Delete
  4. ingin bertanya, geometri sudut prisma cutter berapa saja ya? baik itu rake angle, clearance maupun cutting angle? mohon bantuannya.. matur nuwun

    ReplyDelete
  5. Sudut disc cutter nya brapa aja ??

    ReplyDelete
  6. Kami adalah perusahaan yang khusus menjual produk Pelumas/Oli dan Grease/Gemuk untuk sektor Industri.

    Oli yang kami pasarkan diantaranya untuk aplikasi : Diesel Engine Oil, Transmission Oil, Gear Oil, Compressor Oil, Hydraulic Oil, Circulating & Bearing, Heat Transfer Oil, Slideway Oil, Turbine Oil, Trafo Oil, Metal Working Fluid, Synthetic Oil, Corrosion Preventive, Wire Rope, Specialities Oil dan aneka Grease/Gemuk.

    Kami menjadi salah satu perusahaan yang dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan pabrik-pabrik besar di Indonesia, termasuk kebutuhan akan pelumasan khusus.
    Prinsip kami adalah selalu mengembangkan hubungan jangka panjang kepada setiap customer. Bila anda butuh info lebih lanjut, silahkan menghubungi kami.

    Mobile : 0813-1084-9918
    Whatsapp : 0813-1084-9918
    name : Tommy. K
    Email1 : tommy.transcal@gmail.com

    ReplyDelete
  7. Mohon bantuanya,bagaimana metode pembuatan alur dengan menggunakan angle cutter

    ReplyDelete