Wednesday, November 25, 2015

Perhitungan roda gigi helik metrik / Metric module calculation of helical gear


A.      Perhitungan Alur Helik / spiral .
Dari gambar A.1 ditunjukkan perbedaan dari alur helik dan alur lurus, alur helik sendiri mempunyai pengertian adalah sebuah bidang yang melilit suatu poros secara melingkar memanjang mengikuti panjang poros dengan panjang spiral tertentu. Alur Helik / spiral pada mesing milling dapat dikerjakan dari kerjasama pergerakan sumbu memanjang (sumbu X) dengan putaran kepala pembagi secara otomatis. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghubungkan poros sumbu X mesin dan poros kepala pembagi melalui roda gigi perantara seperti di tunjukkan pada gambar A.2.

Gambar A.1 Alur spiral dan lurus
Gambar A.2 Pemasangan roda gigi perantara dan roda gigi pengganti
Pasangan roda gigi perantara ini akan menentukan kemiringan, sudut atau panjang dari helik yang akan dibuat. Untuk mendapatkan kemiringan atau sudut helik yang kita inginkan maka diperlukan perhitungan untuk mendapatkan pasangan roda gigi yang tepat. 
Perhitungan panjang spiral atau kisar dari helik dapat ditunjukkan dari gambar A.3  dan persamaan P.1 berikut ini

Gambar A.3 Geometri alur spiral

Dari gambar 1.9 diatas jika sebuah Persegi panjang ABCD dengan alur diagonal AD digulung maka akan membentuk sebuah tabung berdiiameter D yang ber-alur helik. Sehingga jika sudut β diketahui dan diameter benda kerja diketahui maka untuk mendapatkan P (kisar) dapat menggunakan persamaan 1.2 yaitu persamaan segitiga dengan metode trigonometri sebagai berikut :
…………………………………..(P.1)
Dimana P adalah kisar yang digunakan untuk mencari pasangan roda gigi perantara yang dapat dicari dari tabel roda gigi perantara.

Jika dalam pembuatan alur helik diketahui panjang kisar P dan diameternya  D maka untuk mencari besarnya kemiringan sudut β adalah :
…………………..……………..(P2)

Sudut β diperlukan ketika dalam pembuatan alur / roda gigi menggunakan pisau berbentuk piringan (disc) maka kemiringan kepala spindle harus mengikuti kemiringan sudut β tersebut seperti contoh pada gambar 1.10a. Apa bila menggunakan pisau jenis jari (end mill) kemiringan spindle tidak perlu mengikuti kemiringan sudut β seperti contoh gambar A.4

Gambar A.4 Pengefraisan alur helik dengan disc cutter

Gambar A.5 pengefraisan helical gear dengan end mill modul cutter

Contoh 1 perhitungan alur helik untuk menentukan roda gigi pengganti :
Sebuah roda gigi miring dengan diameter kepala (Dk) 80 mm dan kemiringan helik (β) 15° maka hitunglah panjang kisar untuk menentukan pasangan roda gigi perantara.

Penyelesaian perhitungan roda gigi helik :
Pada tabel roda gigi perantara nilai yang mendekati perhitungan diatas adalah 933,33 mm dimana pasangan roda giginya
A = 40                         C = 30
B = 70                         D = 100
Skema pemasangan roda gigi dapat dilihat pada gambar A.2.


  
B.       Perhitungan Roda gigi helik
Pada dasarnya dimensi pada rodagigi helik hampir sama dengan roda gigi lurus. Yang membedakan adalah pada roda gigi helik ada dua macam modul yang di gunakan yaitu modul normal (mn) yang parallel dengan kemiringan gigi, dan modul muka (mv) yang diukur dari sisi muka roda gigi. Dan terdapat juga Jumlah gigi bayangan (Zv)  yang digunakan untuk menentukan nomor pisau frais modul. Berikut pada gambar B.1 ditunjukkan geometri dari roda gigi helik



Gambar B.1 Geometri Rodagigi Helik


Persamaan yang dipakai untuk menghitung roda gigi helik adalah :
Mn       = modul normal .................................................................................... 1.3a 
Mv       = modul muka             = mn/cos β ……………………………………. 1.3b 
Pn        = Pitch normal             = mn. p ……………………………………….. 1.3c 
Pv        = Pitch muka               = mv. p …………………………………..…… 1.3d 
Dp       = Diameter Pitch         = mv . z ……………………………………..… 1.3e 
Dk       = Diameter Kepala      = Dp + 2mn                 = mv.z + 2mn ………… 1.3f 
Df        = Diameter kaki          = Dp – 2,33mn            = mv.z – 2,33mn .……... 1.3g 
hf         = 1,167mn ……………………………………………………………. 1.3h 
hk        = mn  ………………………………………………………..………… 1.3i 
h          = hk + hf         = mn + 1,167mn ………………………………....…… 1.3j .

Roda gigi helik yang berpasangan pada gambar B.2 membutuhkan sudut kemiringan yang berbeda arah satu sama lain supaya dapat bekerja sama.

Gambar B.2 pasangan roda gigi helik

18 comments:

  1. sangat membantu .itu tabel absolute yah pak?apakan kisar ulir pada meja mesin berpengaruh pada hasil pengefraisan ataukah tidak?

    ReplyDelete
  2. ya tabel tsb diatas untuk kisar ulir 4 mm. kalau misalkan beda bisa diatasi dengan mengkonversi dulu dgn pasangan gigi perantara agar 1 putaran rodagigi A dgn meja mesin seolah-olah = 4 mm. misal untuk kisar 3 mm maka dapat dipasangkan dulu roda gigi perantara dgn ratio diperlambat 3:4 jadi kalau digerakkan sepanjang 4 mm roda gigi A tetap berputar 1 putaran (skema lihat gambar A.2)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohya pak trimaksih atas pencerahannya.biar tambah ilmu .pekerjan saya dibidang permesinan.untuk buat gigi heliks masih kesulitan karna biasanya pake rumu turunan.agak rumit

      Delete
  3. siiip pak dapat menambah pengetahuan kepada banyak orang, klo boleh tau no hp atau wa nya pak untuk shering ilmu yang lain terimakasih

    ReplyDelete
  4. Pak apa yang di maksud dr/dn Dan lm/ln dalam perhitungan gigi helix??

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah saya kurang paham apa yang saudara maksudkan. kalau saudara menggunakan perumusan lain mohon disampaikan juga rumus lengkapnya..

      Delete
    2. dr= driver ato penggerak
      dn = driven ato yang digerakan

      Delete
    3. sama mas, waktu smk saya pakai dr dn juga, itu buat mesin frais bukan mesin hobing. dan harus tau kisar mesinya juga

      Delete
  5. Kalau yang di ketahui hanya Modul dan Jumlah giginya saja bagai menentukan sudut dan Diameternya pak

    ReplyDelete
  6. Pa apakah ada perhitungan buat roda gigi rack miring?

    ReplyDelete
  7. sangat membantu..terima kasih master.��

    ReplyDelete
  8. APA yang dimaksub dengan tg?

    ReplyDelete